onthe spot, 29 november 2018-----"on the spot"tayang setiap hari senin - minggu pukul 19.00 wib=====subscribe trans7 - Tragedi Terowongan Paledang bisa dibilang menjadi salah satu peristiwa kelam yang menimpa dunia perkeretaapian di Indonesia. Pasalnya pada 12 Januari 2000, ada 20 orang penumpang kereta yang meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat menumpangi kereta api jurusan Bogor-Sukabumi. Awal Mula KejadianDi tanggal 12 Januari 2000, situasi Stasiun Bogor bisa dibilang sangat padat lantaran banyak penumpang yang akan melakukan perjalanan menaiki kereta ke Sukabumi. Ada yang ingin ke kampung halaman, ada juga hendak menghabiskan waktu liburan mereka. Semisalnya sekelompok pelajar yang berniat ingin liburan di wilayah Sukabumi untuk berkemah. Namun dikarenakan situasi stasiun yang padat sehingga tak bisa masuk ke dalam gerbong, sehingga mereka lebih memilih naik di atas atap kereta. Padahal, petugas kereta api sudah mengingatkan bahaya akan penumpang yang berada di atap kereta api. Lantaran tidak ada aturan, peringatan tersebut pun diabaikan oleh penumpang termasuk oleh sekelompok remaja yang hendar berlibur di Sukabumi saat itu, kereta mengalami keterlambatan jadwal di tengah membludaknya jumlah penumpang, sehingga melaju dengan cepat. Kereta harusnya berangkat pada pukul WIB, namun baru berangkat pada pukul WIB. Baca Juga Cerita Pembajakan Kereta Api Gajayana Tujuan Malang-Jakarta, Pelaku Ternyata Depresi Saat akan berangkat petugas kembali memberikan teguran karena banyak sekelompok anak muda yang naik ke atap gerbong. Mereka sempat turun dari atap kereta dan masuk ke gerbong kereta api, tapi beberapa saat kereta berjalan dari stasiun Bogor, mereka pun naik ke atap KecelakaanBisa dibilang mereka tak sadar karena kereta akan melewati terowongan Paledang. Adapun terowongan Paledang merupakan proyek yang dibangun hasil dari rakyat pribumi yang secara paksa oleh pemerintah kolonial, di mana memiliki tinggi 10 meter dan lebar hanya 3 meter saja. Bisa dibilang terowongan tersebut sempit dan hanya sesuai dengan ukuran kereta api saja. Hanya menyisakan sedikit saja ruang dan tak mungkin bila ada orang yang naik di atap kereta tak terpentok dari atap Penumpang Kereta Api berada di Atap. WIKIPEDIAKereta dari stasiun Bogor menuju Sukabumi melaju dengan cepat, beberapa saat setelah kereta berangkat peristiwa maut pun tak bisa terhindarkan. Ya, para remaja yang ada di atap gerbong, sebagian dari mereka langsung menghantam dinding terowongan terpental ke bawah dan ada yang tergilas yang coba menghindar pun melompat ke bawah, tapi karena kereta sedang dalam kecepatan tinggi hingga berakhir dengan tragis. Warga yang melihat kejadian itu langsung mencoba membantu untuk melakukan evakuasi. Dan pengakuan dari para korban yang sempat mendengar, mengatakan ada suara 'gemertak' sangat kuat sehingga mereka keluar dan kejadian di sekitar lokasi banyak ditemukan potongan tubuh, ada yang menempel di atap kereta dan di atap terowongan. Bahkan ada juga beberapa diantaranya sudah sekarat, dan mencoba bertahan tapi naas mereka tewas di lokasi kejadian. Dari peristiwa ini ada 20 pelajar meninggal dunia karena menghantam terowongan Paledang Versi Saksi MataDayan, salah satu saksi mata menceritakan diajak teman-temannya yakni Omen, Jucung, Iyap, Agay, Ajay, Eksi, Bes, Bokir, Sega dan Kopral. Mereka berangkat dari stasiun Pondok Kopi berpindah ke Manggarai hingga akhirnya sampai ke stasiun Bogor"Di Manggarai itu perasaan udah enggak enak, teman kakinya sudah masuk ke peron," ujar Dayan sebagaimana dilihat dari YouTube RJL akhirnya mereka tiba di stasiun Bogor, di mana keadaan disana menurut Dayan sangat ramai karena tidak ada kereta ke arah Sukabumi. Kereta pun maju ke arah peron, Dayan sempat ragu apakah ingin menaiki kereta itu atau memilih kendaraan umum sebagian temannya sudah naik ke atap kereta dengan posisi sudah full. Saat naik, salah satu temannya sudah mengingatkan untuk berhati-hati karena ada darah kering ditemukan di atas kereta."Itu almarhum Omen sudah ngasih tahu, hati-hati ada darah kering," Juga Nostalgia! Beginilah Suasana Kereta Api Jaman Dulu, Masih Banyak Pengamen dan PengemisMereka terpisah karena ada sembilan orang di atas gerbong, dan dua lainnya di dalam gerbong. Dayan tak memungkiri, petugas di stasiun Bogor sempat memarahi para penumpang lantaran lebih memilih duduk di atap kereta yang sebenarnya Penumpang Kereta Api berada di Atap. WIKIPEDIAHingga akhirnya kereta jalan dari stasiun Bogor, naas menurut Dayan, tidak mengetahui tata cara memberikan komando saat di posisi di atap kereta.“Jembatan!” teriak orang dari arah depan yang diestafetkan ke orang orang hingga sampai ke gerbong belakang, “kenang terdengar suara sesuatu yang menghantam benda logam dengan sangat keras. Apesnya, Komando memberikan arahan yang salah karena ternyata yang ada di depan adalah sebuah talang. Dayan sempat merunduk namun tidak dengan Omen rekannya. Kepala Omen terhantam talang besi dengan sangat keras hingga besi membuat Omen roboh dan langsung meninggal seketika akibat hantaman talang pertama itu. Dayan akhirnya melepas tubuh Omen hingga terjatuh dari atap kereta api dan kemudian melihat ke gerbong belakang dan mendapati penumpang yang ada di atap sudah berkurang dari penumpang di atas sudah teriak ketakutan dengan mencari teman-temannya. Beberapa orang sudah tergeletak tanpa nyawa setelah kepalanya membentur talang kereta. Sampai akhirnya tibalah di terowongan Paledang. Menurut Dayan di terowongan itulah banyak korban yang terbentur mulut terowongan sehingga terjatuh dari atap kereta api."Saya langsung ke dalam gerbong, disitu banyak yang jatuh. Saya di dalam mungkin karena panik, saya teriak dan tendang-tendang untuk memberhentikan kereta," ceritanya."Ternyata di dalam lebih serem, karena banyak darah yang muncrat," imbuh DievakuasiMenurut kesaksian Dayan, kondisi para korban sangatlah menyedihkan karena sebagian dari mereka ada yang putus dan hancur. Dia pun juga mencari teman-temannya yang terjatuh di atap berhasil menemukan jenazah Omen yang sebelumnya terjatuh dari atas kereta. Kemudian menemukan Ajay yang jatuh di talang kedua, sayang saat hendak di bawa ke rumah sakit , Ajay meninggal dunia. Ilustrasi Jenazah. FREEPIKJenazah Sega juga ditemukan meninggal dunia pada salah satu sisi jalur kereta. Terakhir jasad Eksi juga ditemukan. Dari 11 orang rombongan Dayan, 4 orang diantaranya meninggal akhirnya pihak-pihak terkait pun melakukan evakuasi terhadap jenazah lainnya yang menjadi korban dari tragedi Paledang disebut peristiwa tragedi Paledang ini menjadi catatan tragis perkeretaapian Indonesia. Setelah tragedi di Terowongan Paledang Bogor ini, beberapa warga sering kali mengalami kejadian mistis di sekitar Menarik Lainnya Viral Pria Kesurupan Pocong Badannya Kaku, Seram Banget Separuh Sukmanya Hilang Cerita Pria Disukai Jin Wanita, Rumah Tangga Hancur hingga Resign dari Pekerjaan Mengenal Suku Khoisan yang Berbicara dengan Basis Tonal dan Klik, Susah Ditiru TerowonganPaledang Bogor, Menelan Puluhan Korban Dalam Tragedinya Kejadian ini terjadi pada tanggal 12 januari tahun 2000. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kereta api Indonesia yang menelan belasan korban jiwa dan puluhan luka. Kereta banyak memikiki penggemar. selain lebih cepat dari transportasi lain, pada saat itu ongkos kereta TAIPEI - Sedikitnya 36 orang tewas dan 72 luka-luka ketika sebuah kereta Taiwan tergelincir di terowongan pada hari Jumat karena diduga menabrak sebuah truk. Reuters pada laporannya menyebut kejadian itu merupakan bencana rel kereta api terburuk di pulau itu dalam setidaknya empat dekade. "Kereta tersebut, sebuah kereta ekspres yang melakukan perjalanan dari Taipei ke Taitung yang membawa banyak turis pada awal akhir pekan yang panjang, turun dari rel utara Hualien di Taiwan timur," kata Departemen Pemadam Kebakaran mengutip laporan Reuters, Jumat 2/4/2021. Gambar dari lokasi kecelakaan menunjukkan gerbong di dalam terowongan robek akibat benturan, sementara yang lain ambruk, menghalangi penyelamat untuk mencapai penumpang. Antara 80 hingga 100 orang dievakuasi dari empat gerbong pertama kereta, sementara gerbong lima hingga delapan telah "berubah bentuk" dan sulit diakses. "Kereta itu penuh, membawa sekitar 350 orang," kata petugas pemadam kebakaran. Seorang wanita terdengar berteriak dari dalam terowongan, dari sebuah gambar yang ditampilkan oleh petugas pemadam kebakaran setempat. Kantor Berita Pusat resmi mengatakan sebuah truk yang tidak diparkir dengan benar diduga meluncur ke jalur kereta. Dinas pemadam kebakaran menunjukkan gambar dari apa yang tampak seperti puing-puing truk yang tergeletak di samping kereta yang tergelincir. "Bagian depan kereta terletak di luar terowongan dan mereka yang berada di gerbong yang masih berada di dalam terowongan dibawa ke tempat aman," kata administrasi kereta api Taiwan. Gambar menunjukkan penumpang mengumpulkan koper dan tas di gerbong yang miring dan tergelincir dan lainnya berjalan di sepanjang rel yang dipenuhi puing-puing. Kecelakaan itu terjadi pada awal akhir pekan yang panjang untuk Hari Penyapuan Makam tradisional. Pesisir timur Taiwan yang berbukit adalah tujuan wisata yang populer, dan jalur kereta api dari Taipei ke pesisir timur terkenal dengan terowongan dan rutenya yang melingkari pantai di utara Hualien tempat kecelakaan itu terjadi. Sebelumnya pada tahun 2018, 18 orang tewas dan 175 lainnya luka-luka ketika sebuah kereta tergelincir di timur laut Taiwan. Pada tahun 1981, 30 orang tewas dalam tabrakan di Taiwan utara. * Artikel ini telah tayang di dengan judul Kereta Api Tergelincir di Terowongan Taiwan, 36 Penumpang Tewas, 72 Lainnya Luka-luka Ceritamistis terowongan Paledang mulai muncul setelah terjadi kecelakan maut yang menelan korban penumpang kereta hingga sekitar 12 orang. "Kejadiannya sekitar tahun 2000 an. Waktu itu penumpang kereta yang naik diatas gerbong jatuh ke rel setelah ngebentur tembok terowongan yang sempit.
Cerita Mistis Terowongan Paledang dan Tragedi Paledang Bogor 2000 yang Tewaskan 20 Pelajar TRIBUNJATENG,COM - berikut cerita mistis terowongan Paledang dan tragedi Paledang Bogor 2000 yang tewaskan 20 pelajar. Terowongan Paledang merupakan terowongan yang terkletak di Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor. Tempat tersebut juga merupakan peninggalan dari zaman Belanda di era 1800-an. Terowongan sepanjang 10 meter tersebut merupakan jalur yang dilewati kereta jurusan Bogor-Sukabumi. Baca juga Cerita Mistis Pendaki Gunung Salak, Kisah Pocong Ririn Viral di Medsos Baca juga Cerita Mistis Sales Rokok Trenggalek Tak Bisa Lihat Warung Besar, Selama Ini Terlihat Kebun Pisang Namun terowongan tersebut menjadi saksi kelam sebuah tragedi perkereta apian Indonesia. Pasalnya 22 tahun lalu terjadi kecelakaan yang menewaskan 20 orang siswa yang menumpangi kereta api jurusan Bogor-Sukabumi. Sebelum kejadian tersebut pun warga setempat mengaku terowongan tersebut telah memiliki aura mistis sejak lama. Pasalnya rel tersebut merupakan perlintasan dibangun dengan nyawa para pekerja rodi peninggalan Belanda. Tak sedikit warga pribumi yang menjadi pekerja rodi tewas saat membangun rel yang menghubungkan Bogor ke arah Sukabumi tersbeut. Apalagi sejak tragedi berdarah yang merenggut nyawa 20 pelajar tepatnya pada 12 Januari 2000. Hari sebanyak 20 pelajar yang hendak berkemah menaiki kereta dari Bogor ke Sukabumi untuk berkemah. Saat itu juga musim liburan sekolah sehingga banyak pelajar yang menghabiskan waktu liburan di luar kota. Meski sudah diingatkan petugas untuk tidak duduk di atap kereta.
Panjangterowongan kereta Paledang tidak terlalu panjang, kurang lebih sekitar 10 meter. Dengan tinggi dan lebar yang sama, sekitar 3 meter. Terlihat sangat pas untuk kereta api lewat, tidak ada ruang lain untuk menyisi bagi orang yang kebetulan lewat di terowongan. Dalam masa pembangunan terowongan, diketahui dari cerita masyarakat sekitar
Bercerita tentang sebuah tragedi, kali ini tragedi yang terjadi di Indonesia ini menjadi sejarah kelam perkeretaapian pada tahun 2000. Kisah tragis ini terjadi di Kecamatan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada tanggal 12 Januari 2000 silam. Terowongan dengan rel kereta api dari Sukabumi ke Bogor ini, merupakan peninggalan dari zaman Belanda di era 1800-an. Terowongan Paledang yang dilewati kereta tersebut juga berbahaya, karena sempit dan dikenal angker oleh masyarakat sekitar. Tak hanya itu, jalur ini merupakan jalur kereta tertua di Indonesia. Bagaimana tragedi itu terjadi? Berikut kisah selengkapnya. Pada zaman itu naik di atas gerbong kereta merupakan hal yang wajar Para pelajar SMA yang berjumlah 20 orang itu hendak berkemah di wilayah Sukabumi. Mereka akhirnya menaiki atap gerbong kereta api yang menyebabkan terlambatnya jadwal keberangkatan. Yang seharusnya siang hari, kereta harus berangkat pukul empat pada sore hari. ilustrasi pelajar yang naik di atas gerbong kereta [sumber gambar]Petugas sudah mengingatkan mereka yang naik diatas gerbong berkali-kali tentang bahayanya berada di sana. Terlebih karena mereka akan melewati terowongan yang sempit. Namun, rupanya mereka tidak mengindahkan peringatan tersebut. Akhirnya, kereta melintasi Terowongan Paledang yang sempit. Saking sempitnya, menunduk pun tidak akan bisa dilewati. 20 pelajar tersebut terjebak di atas kereta api yang sedang melaju dari Stasiun Bogor ke Sukabumi. ilustrasi kejadian [sumber gambar]Pada akhirnya, terdengar dentuman keras dan tubuh para pelajar tersebut terpotong-potong oleh terowongan. Dengan kondisi kepala hingga tubuh mereka terpotong. Banyak warga yang menyaksikan kejadian tersebut, hingga melihat langsung sepasang bola mata menggelinding dan organ tubuh mereka berserakan. 12 pelajar meninggal di tempat dan lainnya meninggal di rumah sakit. Cerita mistis Terowongan Paledang Suasana mistis menyelimuti Terowongan Paledang karena tragedi tersebut. Warga sekitar mengatakan sering mendengar suara tangisan hingga suara minta tolong di area Terowongan Paledang. Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, mengatakan putrinya kerap melihat sosok hantu tanpa kepala yang sering berjalan-jalan di sekitar perlintasan kereta api. Terowongan Paledang [sumber gambar]Warga sekitar menjelaskan bahwa sosok-sosok tersebut tidak pernah mengganggu. Karena aura mistis juga terasa, dipercaya hal itu disebabkan banyaknya korban kerja rodi pada saat pembuatan terowongan yang menelan banyak korban jiwa. Ditambah tragedi tewasnya 20 pelajar tersebut, menambah julukan sebagai terowongan angker. BACA JUGA Mengais Sisa Tangis Sisi Lain Tragedi Bintaro oleh Masinis Kereta, Mbah Slamet Di balik semua kisah yang terjadi, kita tetap harus terus mendoakan para korban agar mereka bisa tenang. Selain itu, mematuhi sebuah peraturan dan menghiraukan peringatan juga sangat penting. Peraturan dibuat dengan tujuan untuk keselamatan bersama agar dapat tertib sebagaimana mestinya. Diharapkan, agar mereka dapat berangkat dan pulang dengan selamat sampai tujuan. Berceritatentang sebuah tragedi, kali ini tragedi yang terjadi di Indonesia ini menjadi sejarah kelam perkeretaapian pada tahun 2000. Kisah tragis ini terjadi di Kecamatan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada tanggal 12 Januari 2000 silam. Terowongan dengan rel kereta api dari Sukabumi ke Bogor ini, merupakan peninggalan dari zaman
Terowongan Paledang, nama tempat ini dilafalkan dengan miris terutama oleh orang Bogor, ada ingatan duka yang tak hendak dikenang dari terowongan Paledang. Memang, terowongan kereta yang terlihat biasa-biasa saja ini menyimpan kisah tragis yang bahkan tak terlukis keseramannya hingga kini. Sebuah peristiwa maut yang merenggut 12 jiwa untuk kemudian diantar berpulang ke sisi Tuhan dengan cara paling merinding. Terowongan Paledang Tragedi berdarah itu terjadi di tahun 2000 yang sekaligus menandai surutnya rute Bogor - Sukabumi hingga ditutup 6 tahun kemudian. Padahal, seperti semua jalur kereta di tanah jawa, Bogor - Sukabumi sudah menjadi primadona sejak masa kolonial. Jalur kereta yang diresmikan sejak tahun 1882 ini, memang penuh misteri. Meski kini sudah hidup kembali, pasang surut terjadi yang memberi cerita-cerita tak biasa, termasuk cerita seram tentang Paledang yang membuat tubuh meremang. Tubuh-tubuh 12 pelajar SMA yang dipotong terowongan, saat ini memberi kisah misteri yang mengiringi eksistensi jalur Bogor-Sukabumi. Lalu, sejak peristiwa maut itu diterowongan Paledang konon sering mewujud hantu dalam bentuknya yang terseram, misalnya saja tubuh tanpa kepala atau jeritan kesakitan hingga lolongan minta tolong. Lantas, seberapa tinggi level keangkeran terowongan Paledang? Tragedi Terowongan Paledang Pada tahun 2000-an, tragedi berdarah terjadi diperlintasan kereta api Bogor - Sukabumi, 12 nyawa remaja meregang sia-sia di atap gerbong kereta jurusan Bogor - Sukabumi. Para remaja naas itu tewas mengenaskan setelah membentur atap terowongan dan terowongan ini menjadi area mistik yang membuat bulu kuduk merinding. Meski peristiwa maut itu sudah lewat 3 windu, tapi kengerian dan duka paling dalam belum sembuh oleh tercabiknya 12 tubuh pelajar SMA di terowongan Paledang. Mereka adalah jiwa-jiwa pemberani yang tak pernah bermimpi akan diantar pulang ke sisi Ilahi dengan cara paling ngeri. Tubuh-tubuh mereka berguguran, berserpihan, serta menyebar tangis setelah dipotong oleh pembatas terowongan yang pendek. 12 nyawa sia-sia diserahkan kepada peristiwa naas traumatis yang bahkan tak terobati meski sudah dibasuh waktu sepanjang 18 tahun. Kronologis Kejadian Menurut saksi mata kejadian, memang kejadian di terowongan Paledang itu sangat ngeri sekali Mereka menyaksikan dari atap gerbong kereta api, orang loncat karena terbentur dinding terowongan. Bahkan mereka menyaksikan orang-orang berguguran semacam kapas, terlempar, dan terpisah-pisah anggota tubuhnya. Berdasarkan keterangan saksi mata, memang pada saat itu atap kereta penuh banyak orang, termasuk ke-12 pelajar SMA dari Bekasi itu. Semua korban tersebut tewas karena terbentur dinding terowongan yang kerendahan saat kereta api melalui terowongan tersebut. Semua potongan tubuh korban berserakan di sepanjang lintasan membuat semua orang ngeri saat itu. Mereka yang ikut menyaksikan 12 anak muda meregang nyawa dalam peristiwa berdarah terowongan Paledang, sejatinya sudah berusaha mengubur kenangan buruk itu sebab tak ada yang bisa diceritakan selain kengerian yang luar biasa, tapi mereka selalu sedih untuk membuka kembali lembar-lembar pilu peristiwa Paledang. Bagi warga disekitar Paledang, ba'da ashar 18 tahun lalu adalah pengalaman terseram yang paling mencekam, 12 tubuh yang dicabik terowongan berserakan menjadi serpih-serpih yang memberi pemandangan perih. Satu demi satu warga mengumpulkan potongan-potongan tubuh itu dengan rasa nelangsa. Semua warga bisa bercerita tentang peristiwa ditahun 2000 itu dengan versi masing-masing, tapi yang selalu sama adalah himpitan rasa duka yang tak terkelupas dari ingatan. Mereka masih menyimpan ingatan perih itu, nyaris di setiap inci dari kejadian dramatis ini. Dalam balutan suasana magis, proses evakuasi memberi pengalaman tak terlupakan untuk semua orang. Mereka tak tega mengais tubuh-tubuh remuk itu, dengan air mata tertahan para warga memungut sekecil apapun 12 tubuh anak SMA yang malang itu. Bahkan, menurut pengakuan warga ada juga korban yang sudah terpisah pinggulnya dengan usus terburai tapi masih bisa bertanya ke warga "Saya masih hidup yah?". Ketika malam benar-benar memeluk Paledang, suasana bertambah gundah, senyap yang terus merayap justru memberi hati makin miris. Para warga yang masih tidak percaya dengan peristiwa maut itu, bertambah kalut. Melihat tikus berpesta di terowongan Paledang. Warga melihat tikus-tikus itu menjarah serpihan tubuh 12 pelajar yang tak lagi bisa ditemukan. Ngeri sekaligus ngilu melihatnya. Cerita Mistis Terowongan Paledang Dibuka oleh malam pertama ketika kawanan berpesta, malam-malam terowongan Paledang berubah seram selamanya. Peristiwa-peristiwa mistis menjadi penghias nyaris setiap malam, hanya sedikit orang saja yang berani mendekati terowongan Paledang di malam hari, itupun harus menyiapkan diri untuk bertemu dengan berbagai perwujudan makhluk halus. Banyak warga yang memiliki pengalaman seram bertemu makhluk halus penunggu terowongan yang disinyalir sebagai perwujudan dari 12 korban tersebut. Hampir di setiap malam, warga sering mendengar jeritan minta tolong yang entah darimana asalnya. Warga juga sering bertemu perwujudan sosok tanpa kepala yang berjalan-jalan disekitar perlintasan kereta api. Selembar demi selembar kisah supranatural dituliskan, kejadian-kejadian mistis menyebar hingga memberi penghias mistis terowongan Paledang yang selanjutnya diberi tetengger angker. [ilm]
TerowonganKereta Api Paledang yang berada di Bogor, Jawa Barat menyimpan cerita horor. Pasalnya, konon lokasi tersebut sering terjadi penampakan hantu tanpa kepala. Pada tahun 2000 memang tragedi berdarah di Jalan Paledang, Kota Bogor ini menyebabkan 12 orang tewas secara mengenaskan.
- Cerita horor nyata tragedi kecelakaan kereta paling parah di Indonesia, yaitu kecelakaan kereta di Terowongan Paledang, Kota Bogor. Dimana pada 2000 silam, pernah terjadi kasus keceplakaan kereta di Terowongan Paledang, Kota Bogor, sempat viral karena menelan puluhan korban jiwa dari penumpangnya. Cerita horor Terowongan Paledang ini bermula dari sekelompok anak sekolah SMA yang masih berpakaian lengkap menaiki kereta api jurusan Bogor-Sukabumi pada 22 tahun lalu, dikutip dari TikTok therealadhitya. Namun para pelajar tersebut saat menaiki kereta bukannya masuk kedalam kereta, mereka justru naik ke atap kereta sambil duduk-duduk di atas sana. Hal tersebut justru ditegur oleh petugas kereta api, dirinya sudah mengingatkan agar tidak naik di atas kereta karena sangat berbahaya, apalagi jalur kereta tersebut melewati sebuah terowongan yang sangat sempit. Nasehat dari petugas kereta tersebut justru tidak digubris oleh sekelompok pelajar, mereka tetap duduk di atas kereta. Baca Juga Kisah Horor Curug Panjang Bogor, Terdapat Pintu Menuju Ke dunia Lain Di mana Pada saat itu kereta jurusan Bogor- ukabumi melaju dengan sangat cepat, karena mengajar jadwal keterlambatan. Hingga akhirnya kereta tersebut mulai memasuki kawasan Terowongan Paledang, naasnya banyak dari beberapa pelajar yang tidak dapat menghindarinya. Hingga akhirnya terjadilah kecelakaan tersebut, beberapa dari mereka juga berhasil ada yang selamat dengan cara melompat dari kereta sebelum masuk ke Terowongan Paledang. Baca Juga Mistis! Sejak Pohon Randu Ditebang, Rentetan Kecelakaan Terjadi di Jalan Tentara Pelajar Bogor Sedangkan yang tidak selamat harus terbentur dan terjepit oleh terowongan Paledang, dikarenakan Terowongan Paledang itu sangat sempit hingga hanya muat untuk ukuran keretanya saja. Masyarakat setempat dan orang-orang di sekitar kejadian tercengang dan histeris melihat kejadian tersebut, karena mereka melihat tubuh korban yang sangat mengenaskan. Namun sebelum kejadian tersebut terjadi, baru kasih tempat sempat mengalami beberapa keganjilan. Terkini Selasa, 16 Agustus 2022 2325 WIB Saatmendekati Terowongan Paledang kereta melaju dengan cepat untuk mengejar keterlambatan. 20 siswa yang naik di atap kereta panik, 8 orang sempat melompat dari atap kereta dan selamat meskipun mengalami patah tulang di beberapa bagian, sementara 12 lainnya menabrak bagian atas terowongan dan jatuh ke rel hingga terlindas kereta.
Sabtu, 3 April 2021 1400 WIB Iklan Sebuah Kereta penumpang yang membawa sekitar 350 orang tergelincir saat melewati sebuah terowongan di Taiwan timur pada Jumat pagi, 2 April 2021. Kereta delapan gerbong yang melakukan perjalanan ke Taitung, keluar dari rel sekitar pukul 0930 di sebuah terowongan di daerah Hualien. Departemen kepolisian kereta api Taiwan 61 orang dilarikan ke rumah sakit, 72 orang lainnya masih terperangkap. Video CCTV+ Editor Dwi Oktaviane
Sebelumnyadiberitakan di Pojokbogor.com, di balik angkernya Terowongan Paledang, tersimpan cerita haru. Rel perlintasan kereta peninggalan zaman Belanda itu dibuat dengan berdarah-darah. Bukan saja banjir keringat, tapi tak sedikit pribumi yang menjadi pekerja rodi tewas saat membangun rel yang menghubungkan Bogor ke Sukabumi itu.
- Cerita horor ini menceritakan kisah nyata tragedi kecelakaan kereta paling parah di Indonesia, yaitu kecelakaan kereta di Terowongan Paledang. Dimana pada tahun 2000 kasus kereta alami kecelakaan di Terowongan Paledang, Bogor sempat viral karena menelan puluhan korban jiwa dari penumpangnya. Cerita horor ini bermula dari sekelompok anak sekolah SMA yang masih berpakaian lengkap menaiki kereta api jurusan Bogor - Sukabumi pada tahun 2000 an, dikutip dari TikTok therealadhitya. Namun para pelajar tersebut saat menaiki kereta bukannya masuk kedalam kereta, mereka justru naik ke atap kereta sambil duduk-duduk di atas sana. Hal tersebut justru ditegur oleh petugas kereta api, dirinya sudah mengingatkan agar tidak naik di atas kereta karena sangat berbahaya, apalagi jalur kereta tersebut melewati sebuah terowongan yang sangat sempit. Nasehat dari petugas kereta tersebut justru tidak digubris oleh sekelompok pelajar, mereka tetap duduk di atas kereta. Di mana Pada saat itu kereta jurusan Bogor - Sukabumi melaju dengan sangat cepat, karena mengajar jadwal keterlambatan. Hingga akhirnya kereta tersebut mulai memasuki kawasan terowongan Paledang, naasnya banyak dari beberapa pelajar yang tidak dapat menghindarinya. Hingga akhirnya terjadilah kecelakaan tersebut, beberapa dari mereka juga berhasil ada yang selamat dengan cara melompat dari kereta sebelum masuk ke terowongan. Sedangkan yang tidak selamat harus terbentur dan terjepit oleh terowongan Paledang, dikarenakan terowongan itu sangat sempit hingga hanya muat untuk ukuran keretanya saja. Masyarakat setempat dan orang-orang di sekitar kejadian tercengang dan histeris melihat kejadian tersebut, karena mereka melihat tubuh korban yang sangat mengenaskan. Namun sebelum kejadian tersebut terjadi, baru kasih tempat sempat mengalami beberapa keganjilan. Menurut rumor yang beredar warga setempat mencium bau amis yang sangat pekat terowongan tersebut. Entah kebetulan atau tidak, namun tragedi mengerikan tersebut terjadi.*** Terkini Rabu, 28 September 2022 1050 WIB lIUy5Yc.
  • 24b8h8efg1.pages.dev/140
  • 24b8h8efg1.pages.dev/386
  • 24b8h8efg1.pages.dev/84
  • 24b8h8efg1.pages.dev/58
  • 24b8h8efg1.pages.dev/51
  • 24b8h8efg1.pages.dev/117
  • 24b8h8efg1.pages.dev/419
  • 24b8h8efg1.pages.dev/46
  • korban terowongan kereta paledang